Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

CONTOH SURAT KUASA

 Hai! Lagi mau bikin surat kuasa tapi bingung mau nulisnya gimana? Isinya apa aja? Yuk coba liat contoh yang aku buat untuk referensinya. Bisa digunakan untuk keperluan-keperluan yang memang memerlukannya. Check this out! Arsip Pribadi Nah, kira-kira seperti di atas itu contoh yang bisa aku berikan gengsss. Itu aku pakai format surat kuasa untuk validasi BPHTB jual beli btw. Formatnya bisa kalian ubah sesuai dengan kebutuhan kalian. Format penulisannya aku pakai; Kertas ukuran A4 Font Arial Narrow Size Font Title 14 Size Font 12 Spasi Multiple; After 8 pt; At 1,8 Anw, dilampirkan juga yaa gengsss identitas pemberi dan penerima kuasanya, seperti foto-kopi KTP misalnya. Ata kalau mepet enggak bawa pakai SIM juga enggak apa-apa yang penting ada identitas. Tapi lebih baik sih pakai KTP karena ada nomor NIKnya. Thx! Silakan di share jika bermanfaat.

Mistis

Foto: Pinterest   Sudah hidup 20 tahun, baru kali ini "ketemu" hal-hal mistis. Pandangan selama ini hidup dalam keadaan fiksi, ternyata non fiksi. Walaupun saya memandang tidak nyata, tapi perasaannya yaa tetap nyata. Sedih, bahagia, kecewa, gaga, perasaan itu tetap nyata. Namun mungkin cara pandang saya yang ternyata baru saya sadari akalu saya hidup dalam bayang-bayang (?). Entahlah. Saya tidak mengerti juga jika ditanya alasannya. Tapi, jika melihat kebelakang kejadian kemarin, rasanya memang benar seperti, "Ah! Ya, ternyata ini beneran dunia nyata". Saya ga tahu gimana jadinya kalau "hal-hal" itu harus berjalan berdampingan dengan kehidupan saya. Saya yang parnoan, penakut akan segala hal yang bahkan belum tentu akan kejadian, menjadi beban sekali. Dealing dengan perasaan dan pikiran saya bahwa semuanya akan baik-baik aja. It's hard. Too. Bahkan, ketika saya meyakinkan diri untuk menyalakan kompor yang harusnya saya putar sekali langsung nyala, ini...

Undangan

Foto: Pinterest https://pin.it/3xnV03u Aku ga ngerti. Ini terlalu rumit. Di mana letak salahnya? Apakah doaku? Apakah permintaanku terlalu sulit? Aku hanya ingin membersamaimu, berjalan bersamamu, seperti katamu waktu itu . Kamu yang terlalu terburu-buru atau aku yang terlalu jauh? Entah. Terasa melayang, lalu dihempaskan begitu keras hingga ke dasar. Menangis sudah kulakukan. Hampir hilang kewarasan. I can't believe it . Harapan, mimpi, cita-cita itu kina harus kulanjutkan sendirian. 'Tak apa. Aku masih sanggup. Jika pun langkahku terhenti, itu hanya sebentar. Kau tak usah khawatir, tak perlu berbalik. Lanjutkan langkah barumu, pun aku begitu. Walaupun kau juga tahu, berhenti sebentar itu akan menurunkan hujan deras membasahi pipi. Tapi sungguh, itu hanya fase dimana aku mulai bingung. Harus ke mana dan kepada siapa aku melabuhkan pelukku. Aku ingin mengucapkan terima kasih. Tapi untuk apa? Untuk siapa? Untukmu? Untuk cerita-cerita yang telah lalu? Untuk undangan yang sedang k...