Foto: Pinterest https://pin.it/3xnV03u Aku ga ngerti. Ini terlalu rumit. Di mana letak salahnya? Apakah doaku? Apakah permintaanku terlalu sulit? Aku hanya ingin membersamaimu, berjalan bersamamu, seperti katamu waktu itu . Kamu yang terlalu terburu-buru atau aku yang terlalu jauh? Entah. Terasa melayang, lalu dihempaskan begitu keras hingga ke dasar. Menangis sudah kulakukan. Hampir hilang kewarasan. I can't believe it . Harapan, mimpi, cita-cita itu kina harus kulanjutkan sendirian. 'Tak apa. Aku masih sanggup. Jika pun langkahku terhenti, itu hanya sebentar. Kau tak usah khawatir, tak perlu berbalik. Lanjutkan langkah barumu, pun aku begitu. Walaupun kau juga tahu, berhenti sebentar itu akan menurunkan hujan deras membasahi pipi. Tapi sungguh, itu hanya fase dimana aku mulai bingung. Harus ke mana dan kepada siapa aku melabuhkan pelukku. Aku ingin mengucapkan terima kasih. Tapi untuk apa? Untuk siapa? Untukmu? Untuk cerita-cerita yang telah lalu? Untuk undangan yang sedang k...