Apa gue resign aja ya?
Sebenarnya enak ya, kalau tanggal gajian tiba. Tiba-tiba notifikasi dari m-Banking, "Kredit IDR5,000,000,000.00 #Rek XXXXXXXXX # tgl 25 SEPT" eaa, langsung segar ya. Tapi segarnya cuma sementara, karena cicilan dimana-mana ahahaha. Tapi balik lagi, gajian itu cuma selingan dari ruwetnya kerja. Gajian lah yang membuat kita bertahan untuk tetap waras dengan kerjaan, teman kantor, atasan, and everything all around us. Percaya ga percaya, realita dunia kerja kalau kata anak zaman sekarang 'toxic'. Ya, memang se-toxic itu. Tapi bukan berarti enggak ada kantor yang enggak toxic, ada kok, cuma belum nemu aja.
Kadang kalau lagi bengong, suka tiba-tiba kepikiran, "apa gue resign aja ya? capek banget gue mbatin mulu" atau, "kayaknya gue udah ga nemu sesuatu yang bisa bikin gue berkembang lagi deh di sini", dsb. Pernah? Nah, masih aman kalau pikiran-pikiran itu cuma sekadar lewat. Kalau benar sampai direalisasikan berarti sudah urgent banget. Namun, sebelum memutuskan untuk resign baiknya dipikir-pikir lagi fren, "apakah keputusan gue untuk resign ini udah tepat? atau gue cuma lagi emosi aja?" Nah, jangan sampai terjebak pikiran sendiri fren walaupun kamu rasanya sudah empet banget kalau berangkat kerja. Bisa saja kamu lagi stres banget atau burnout sampai mempengaruhi fisik dan psikis kamu. Berikut 3 hal yang bisa kamu lakukan kalau sedang stres (based on true story).
1. Validasi Emosi
Sebetulnya boleh enggak sih orang dewasa nangis? Jawabannya, boleh! Boleh banget. Dengan kita mem-validasi perasaan kita, menerima emosi kita, kita mengakuinya, itu akan lebih mudah untuk diri kita bangkit. Puasin dulu sedihnya, marahnya. Jangan lupa untuk lakukan inhale-exhale (tarik napas-buang napas) itu akan membuat kita sedikit lebih tenang, dan dapat membuat kita berpikir lebih jernih.
2. Melakukan Hal yang Kamu Sukai
Kadang, saking kita sudah enggak bisa mikir jernih akibat stres, melakukan hal-hal kecil untuk diri sendiri aja suka lupa. Sekadar jalan-jalan sore di sekitar rumah atau ke taman. Tegur sapa sama tetangga yang enggak sempat dilihat kalau hari kerja atau weekend karena milih di rumah aja. Selain jalan-jalan bisa juga melakukan hobi yang tersingkir karena kerjaan lebih menggoda untuk diselesaikan ahaha. Dinner bareng pasangan atau keluarga yang rasanya sudah jarang dilakukan juga bisa fren. Berbagi cerita bareng pasangan, terus pas waktu sudah semakin malam nangis bareng sambil peluk :") aduhh, jadi curcol fren, maaf ya. Memang rasanya berat kalau disimpan sendiri, kita butuh lebih dari sekadar pasangan yang hanya memberi cinta dan kasih, kita butuh juga tempat untuk pulang.
Oke, next tips berikutnya.
3. Olahraga
Ga perlu yang berat-berat fren kalau waktumu terbatas, cukup 10 menit setiap bangun tidur sudah cukup booster mood kamu seharian. Exercise yang ringan-ringan setiap hari setiap bangun tidur, akan membuat kamu lebih mudah mengelola sres atau bahkan bikin kamu jarang kena stres berat. Jangan lupa juga untuk penuhi asupan air supaya tubuhmu tetap terhidrasi ya fren. Biar ga gampang mleyot hehe.
Itulah beberapa yang bisa aku share ke kalian fren. Balik ke soal resign, bijaklah dalam memilih jalan yang akan kamu lalui.
✍ ditulis di Bumi
Komentar